-->

Perkembangan Islam Masa Umayyah - Istianah Abu Bakar

Tidak ada komentar

Cover buku: Sejarah Peradaban Islam.
Cover buku: Sejarah Peradaban Islam.
Pendiri Dinasti Umayyah adalah Muawiyah yang berasal dari Bani Umayyah. Bani Umayyah merupakan suku Quraisy dari keturunan Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf. Muawiyah terkenal dengan cara liciknya berpolitik. Sehingga dari cara licik tersebut, Dinasti Umayyah dapat melakukan ekspansi yang sangat luas. Selain itu Dinasti Ummayah juga memberlakukan sistem pemerintahan monarki (monarchihereditas / monaechiabsolute / monarchi), yaitu sistem pemerintahan turun-tumurun.
.
Aturan pengangkatan khalifah pun tidak berdasarkan musyawarah, namun dengan keturunan. Salah satunya saat itu Muawiyah menunjuk putranya, Yazid, sebagai Putera Mahkota. Hal itu mewujudkan bahwa Dinasti Umayyah adalah Dinasti yang otoriter. Baitul Mal dikuasai secara pribadi, kebebasan berpendapat dibungkam, peradilan berada di bawah penguasa, dan hukum syariat mulai dilupakan.
.
Karena Dinasti Umayah merupakan pemerintahan monarki, maka timbul-lah sukuisme, dimana mereka selalu membangga-banggakan suku mereka, penguasa-penguasanya harus berasal dari suku mereka (ashabiyah qaumiyah). Padahal di era Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin hal tersebut sudah dihapuskan.
.
Selain itu, pola hidup kemewah-mewahan juga kembali muncul. Kali ini mereka meniru adat Romawi. Muawiyah sebagai khalifah pertama sudah mengenakan baju-baju sutranya. Bahkan ia dikawal oleh pengawal pribadinya. Rumahnya dijaga setiap-setiap pintu. Akibat dari mewahnya kehidupan khalifah tersebut membuat adanya jarak antara rakyat dan pimpinan.
.
(1) Muawiyah bin Abi Sufyan - Kekhalifahan pertama Dinasti Umayyah dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan (41-60 H / 661-681 M). Sebelum itu ia berperang dengan Ali saat Ali masih menjabat Khalifah. Saat itu terjadi peristiwa Tahkim yang menimbulkan munculnya 3 golongan, yaitu :
  1. Sunni - muslim yang menerima suksesi dari Muawiyah;
  2. Syiah - golongan ini adalah golongan pengikut Ali, dan bersikeras bahwa yang berhak memimpin adalah Ali dan keturunannya;
  3. Khawarij/Kharijiyah - mereka orang-orang yang berpendapat bahwa Khalifah bukanlah berasal dari keturunan, melainkan berasal dari pilihan mayoritas umat dan memimpin selama seumur hidupnya atau sampai ia melakukan pelanggaran (menurut Istianah Abu Bakar).
Setelah itu terjadilah Amul Jamah, yaitu penyerahan kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Muawiyah. Walaupun para pendukungnya mengecam tindakannya, Hasan tetap melakukan itu. Ia tidak kuat melihat perselisihan antara muslim. Jika memang penyerahan kekuasaan ini menimbulkan perdamaian maka akan ia lakukan. Ia sangat menyayangkan darah-darah umat Islam saling berceceran.
.
Kebijakan-kebijakan masa Muawaiyah yaitu melakukan ekspansi dengan menaklukan Tunisia, Khurasan, sungai Oxus, Afghanistan, dan Kabul. Ia juga memperkuat angkatan bersenjata. Selain itu ia juga mencetak mata uang dan membentuk dewan al-Khatim. Kebijakan yang sangat dikritik ialah pengangkatan anaknya, Yazid, menjadi Putera Mahkota yang kelak akan menggantikan dirinya memimpin Dinasti Umayyah. Setelah 19 tahun 3 bulan memimpin, Muawiyah diganti oleh putranya, Yazid bin Muawiyah.
.
(2) Yazid bin Muawiyah - Pada masa Yazid terjadi berbagai peristiwa, seperti peristiwa Karbala, yaitu terbunuhnya Husein bin Ali karena tidak membai'at Yazid. Lalu peristiwa Haran, yaitu diserbunya penduduk Madinah dari Haran (gurun di utara Madinah) karena mereka menolak membai'at Yazid.
.
Juga terjadinya peristiwa pelemparan Ka'bah dengan Manjaniq (alat pelempar batu besar) dikarenakan adanya pemberontakan yang dilakukan Abdullah bin Zubair di Mekkah. Ia memimpin hanya selama 3 tahun 3 bulan saja (60-64 H / 681-684 M) kemudian digantikan oleh putranya, Muawiyah II bin Yazid.
.
(3) Muawiyah II bin Yazid - Pada masa ini fanatisme pada suku masing-masing mulai menggumpal antara bangsa Arab Utara (kabilah Qais) yang mendukung pemerintahan Abdullah ibn Zubair dengan bangsa Arab Selatan (kabilah Qalb) yang mendukung kepemimpinan Bani Umayyah. Namun sayang, Muawiyyah II hanya memimpin selama 3 bulan saja (64-64 H / 684-684) lalu ia digantikan oleh Marwan bin al Hakam yang merupakan sepupu dari Muawiyah (pamannya).
.
(4) Marwan bin al Hakam - Pada masa pemerintahannya telah terjadi perpecahan antara pendukung Khalid ibn Yazid ibn Muawiyah (keluarga al Harb) dengan pendukung Marwan (keluarga Abi al-As). Akhirnya Marwan membuat kesepakatan al-Jabiyah. Namun pada akhirnya Marwan justru mengangkat dua putranya, Abdul Malik dan Abdul Aziz. Dengan begitu Marwan telah melanggar kesepakatan al-Jabiyah, yang seharunya Khalid ibn Yazid yang menjadi pengganti Marwan. Marwan hanya memimpin selama 9 bulan (64-65 H / 684-684 M) lalu digantikan oleh anaknya, Abdul Malik.
.
(5) Abdul Malik bin Marwan -Dibawah panjinya ia kembali mempersatukan kembali wilayah Dinasti Umayyah setelah menumpas pemberontakkan dari Syiah maupun Khawarij. Ia juga berhasil menumpas Abdullah ibn Zubair yang telah mengaku menjadi khalifah. Pernah datang Amr bin Said yang menuntut kesepakatan al-Jabiyah. Kemudian Amr bin Said dibunuh pada tahun 689 dengan alasan bahwa Amr bin Said adalah duri di dalam daging.
.
Kebijakan yang ia buat adalah melakukan ekspansi (wilayah yang ia kuasai, yaitu Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana, Samarkand, Balukhistan, Sind, Punjab, dan Maltan), mencetak mata uang sendiri sebagai mata uang Persia dan Byzantium pada tahun 659 M, menjadikan bahasa Arab bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam, menyempurnakan tulisan Mushaf al-Qur'an dengan memberikan tanda titik pada huruf tertentu.
.
Mengalirkan air sungai Tigris dan Eufrat hingga tanah menjadi subur (irigasi), membuat alat pengukur sungai Nil, membuat jembatan, memperluas Masjid Jami Amr bin As, menggunakan angka arab dalam perdagangan (karena kesulitan menggunkan angka romawi). Abdul Malik memerintah selama 21 tahun (65-86 H / 684-705 M) pemerintahan terlama, lalu ia digantikan oleh anaknya, Walid.
.
(6) Walid bin Abdul Malik - Pada masanya, ia kembali melanjutkan ekspansi hingga dapat menguasai Afrika Utara, Spanyol, dan Sind (India). Ia juga membangun panti-panti untuk orang cacat dan anak yatim. Ia memberikan jaminan hidup, ia sediakan guru, dan membangun bangunan khusus orang Khusta. Selain itu ia juga membangun masjid Agung Damaskus dan al-Aqsa. Masa pemerintahannya hanya 9 tahun 7 bulan (86-96 H / 707-7014 M) kemudian ia digantikan oleh saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik.
.
(7) Sulaiman bin Abdul Malik - Pada masanya lebih dipergunakan untuk mengurusi masalah internal. Ketika ada orang yang tidak sepaham dengan dirinya ia bungkam. Sulaiman memerintah selama 2 tahun 8 bulan (96-99 H / 714-717 M) lalu digantikan oleh sepupunya, Umar bin Abdul Aziz.
.
(8) Umar bin Abdul Aziz - Pada masa Umar pemberontakkan Khawarij dan Syiah dapat diredam dan celaan terhadap Ali dapat dihentikan. Perpolitikan pada masanya-lah yang paling baik dari semua kepemimpinan Dinasti Umayyah. Hal itu karena sifatnya yang legowo ketika dicela maupun dikritik. Ia juga menghormati golongan keagamaan dan kaum mawalli (fanatisme terhadap Bani Umayyah).
.
Ia memandang semua muslim adalah sama. Ia juga membuat kebijakan fiskal berupa keringanan pajak, hingga banyak orang masuk Islam saat itu. Selain itu ia juga melakukan pembaruan dan perbaikan terhadap fasilitas umum dan infrastruktur. Setelah 2 tahun 5 bulan (99-101 H / 717-720 M) memimpin, ia digantikan oleh sepupunya, Yazid II bin Abdul Malik.
.
(9) Yazid II bin Abdul Malik - Pada masa ini telah terjadi pemberontakkan yang dipimpin oleh Yazid ibn Muhallab yang dituduh menggelapkan harta rampasan. Ia hanya memerintah selama 4 tahun 1 bulan (101-105 H / 721-724 M) lalu digantikan oleh saudaranya, Hisyam bin Abdul Malik.
.
(10) Hisyam bin Abdul Malik - Hisyam terkenal dengan pemimpin yang cermat dan teliti (sanggup memperbaiki administrasi keuangan negara, sehingga pemasukan dan pengeluaran berjalan teratur tanpa ada penggelapan atas uang Baitul Mal). Ia adalah negarawan yang cakap dan ahli strategi militer.
.
Gejolak yang terjadi pada masanya adalah adanya pemberontakan yang dipimpin oleh Zaid bin Ali Zainal Abidin, lalu timbulnya fanatisme kesukuan di Khurasan, adanya serangan orang Berber, Afrika Utara yang tidak puas terhadap pemerintahan, dan adanya serangan suku bangsa Khazar di perbatasan Azerbaijan dan Armenia. Ia memimpin selama 19 tahun 9 bulan (105-125 H / 724-743 M) lalu digantikan oleh ponakannya, Walid II bin Yazid II.
.
(11) Walid II bin Yazid II - Pada masanya, Walid II menyiksa anak-anak Hisyam, memenjarakan dan menyita harta mereka dikarenakan Hisyam bermaksud menggantikannya dengan putranya sendiri. Pada masanya juga banyak rakyat marah karena kelakuan bejatnya yang telah menggauli ibu tirinya sendiri. Setelah itu pemerintahannya dikudeta oleh Yazid II. Walid II hanya memerintah selama 1 tahun 2 bulan (125-126 H / 743-744 M).
.
(12) Yazid III bin Walid - Yazid III gemar meminum-minuman keras. Masa pemerintahannya hanya 6 bulan (126-126 H / 744-744 M)
.
(13) Ibrahim bin Walid - Ibrahim menggantikan saudaranya yang pemabuk tersebut. Ia hanya memimpin 4 bulan saja (126-127 H / 744-744 M).
.
(14) Marwan II bin al-Ja'diy - Marwan memimpin selama 5 tahun 10 bulan (127-132 H / 744-750 M).
.
Selain hal negatif, banyak hal positif yang juga didapatkan dari Dinasti Umayyah, yaitu :
  1. Khalifah al-Walid telah memberikan sumbangan berupa pemisahan antara ahli tentang penyebab penyakit dengan ahli pengobatan. (Kedokteran)
  2. Khalifah Umar memindahkan sekolah kedokteran dari Iskandariah ke Antiokhia dan Harran. (Kedokteran)
  3. Ubaid ibn Syarya penulis sejarah dalam bentuk sirah dan maghazi dan telah mengkonfirmasikannya ke Muawiyah tentang pemerintahan bangsa Arab dahulu dan asal-usul ras mereka. (Sejarah)
  4. Muncul tokoh-tokoh sejarah seperti Wahab ibn Munabbih (w. 728 M), Kaab al-Akhbar (w. 625/654 M) dan lainnya. (Sejarah)
  5. Adanya usaha untuk meningkatkan artistik masjid dengan memasukkan seni arsitektur Yunani, Syria dan Persia. (Arsitek)
  6. Adanya relief di dinding istana dan pemandian Khalifah al Walid ibn Abdul Malik. (Arsitek)
  7. Munculnya Said bin Miagah (w. 714 M) orang yang pertama kali memasukkan nyanyian Persia dan Byzantium ke dalam bahasa Arab. (Musik dan Syair)
  8. Munculnya Imran bin Hattan salah seorang penyair masa Umayyah. (Musik dan Syair)
  9. Munculnya madrasah al-Ra'yi yaitu kelompok yang menggunakan pemikiran dalam penetapan hukum. Dan madrasah al-Hadits yaitu kelompok yang enggan menggunakan al-Ra'yi dalam menetapkan perbuatan hukum. (Aliran Keagamaan)
Setelah itu semakin lama Dinasti Umayyah runtuh akibat kepemimpinan mereka yang makin lama tidak bermoral, sehingga kekuatan baru dari golongan Syiah dan keturunan al-Abbas memiliki kesempatan.
.
Sumber :
  • Sejarah Peradaban Islam (buku) - Istianah Abu Bakar, M.Ag.

Komentar