-->

Khalifah Usman Ibnu Affan - Faisal Ismail

Tidak ada komentar

Cover buku: Sejarah dan Kebudayaan Islam.
Cover buku: Sejarah dan Kebudayaan Islam.
Usman ibnu Affan ibnu Abil Ash ibnu Umaiyah. Ia masuk Islam atas ajakan dari Abu Bakar Ash Shiddiq. Ia lima tahun lebih muda dari Rasulullah. Jika Umar dikenal dengan sesosok yang tegas, Usman justru sebaliknya. Ia bersikap lunak, kaya raya, dan dikenal dengan kedermawaannya. Usman pernah memberikan 950 ekor unta, 59 ekor kuda, dan 1.000 dinar untuk kepentingan tentara Islam sewaktu perang Tabuk.
.
Rasulullah menjadikan Usman menantunya, ialah Ruqaiyah putri Rasulullah yang dinikahkan dengan Usman. Namun Ruqaiyah meninggal dunia sewaktu perang Badr. Usman kembali dinikahkan dengan putri Rasulullah, yaitu Ummu Kultsum. Oleh karena itu Usman dijuluki "Dzun Nurain" (yang mempunyai dua cahaya).
.
Sebelum Umar meninggal, umat muslim menyuruh Umar untuk memilih siapa penggantinya mulai sekarang, agar kelak tidak terjadi perpecahan. Saat itu Umar memanggil 6 sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Sahabat itu terdiri dari Usman ibnu Affan, Ali ibnu Abi Thalib, Thalhah, Zubair ibnu Awwam, Sa'ad ibnu Abi Waqqas dan Abdurrahman ibnu Auf.
.
Setelah Umar meninggal, 6 sahabat itu dipanggil untuk diajak bermusyawarah. Abdurrahman ibnu Auf mengundurkan diri dan ia memilih untuk bermusyawarah dengan kaum muslimin dan memilih salah satu calon pemimpin. Saat itu kaum muslim tertuju pada Usman ibnu Affan dan Ali ibnu Abi Thalib. Namun mayoritas lebih memilih Usman ibnu Affan.
.
Adapun alasan terpilihnya Usman adalah karena (1) Jika kepemimpinan berada di Bani Umaiyah cenderung lebih besar untuk menarik kembali jabatan Khalifah. Dan akan sangat sulit jika berada di tangan Bani Hasyim (Ali ibnu Abi Thalib), (2) Kaum muslim merasa jika Ali mirip dengan Umar yang cara memimpinnya keras, disiplin, dan radikal. Berbeda dengan Usman yang cenderung toleran, pemurah, dan lunak.
.
Hal yang dilakukan oleh Usman semasa pemerintahannya adalah menjaga wilayah muslim yang dari pemberontakkan dan dari tentara Romawi. Di wilayah Iskandariah kembali diserang oleh pasukan Romawi di bawah Panglima Manuel. Usman langsung mengirimkan tentaranya dan dapat memenangkan pertempuran itu.
.
Usman juga melakukan ekspansi dan meluaskan wilayah lautnya, maka dari ia membuat Angkatan Laut untuk kembali melakukan ekspansi-ekspansi. Satu-persatu negeri-negeri banyak yang masuk ke dalam wilayah Islam. Barqah, Tripoli, Nubah, Armenia, sungai Jihun Amu Daria), Balkh (Baktria) Harah, Kabul, Ghaznah, dan pulau Cyprus (oleh pasukan pimpinan panglima Muawiyah ibnu Abi Sufyan pada tahun 28 H).
.
Pada tanggal 31 H juga terjadi pertempuran besar di Laut Tengah dekat kota Iskandariah antara angkatan laut tentara muslim melawan angkatan laut tentara Romawi. Angkatan laut Islam hanya berjumlah 200, sedangkan lawan berjumlah 800. Namun kemenangan masih milik tentara muslim. Pertempuran ini dikenal dengan "Dzatis Sawari" (pertempuran Tiang Kapal).
.
Pada masa pemerintahan Usman sedikit mendapat perhatian oleh masyarakat. Karena pada masa ini, Usman telah melakukan beberapa kesalahan, seperti penggunaan Baitul Mal untuk kepentingan pribadi, tanah hasil perang yang menjadi kepemilikan kerabat dekat Usman, dan beberapa Gubernur dan perangkat pemerintah juga berasal dari kalangannya (Bani Umaiyah).
.
Ketika rakyat melaporkan pemimpin-pemimpin mereka yang semena-mena, terutama dari kalangan Bani Umaiyah, rakyat tidak mendapatkan hasil dari laporannya. Laporan tersebut tidak sampai di telinga Usman, bahkan laporan tersebut diabaikan oleh pembantu-pembantu khalifah, yang kebanyakan berasal dari Bani Umaiyah juga. Huru-hara dari rakyat terjadi, oleh karena itu Usman tidak dapat mempercayakan suatu hal yang bukan dari kalangannya sendiri.
.
Munculah fitnah-fitnah dan terjadilah pemberontakkan-pemberontakkan. Ialah Abdullah ibnu Saba', seorang Yahudi yang mengaku Islam yang menjadi dalang disetiap pemberontakkan dengan mulutnya yang seperti racun. Ia panas-panaskan rakyat dengan meminta Usman mengundurkan diri dan digantikan oleh Ali. Karena Ali lah yang diwasiatkan Rasulullah, Ali jugalah yang memiliki ketentuan dari Allah untuk menjadi Khalifah.
.
Pemberontakkan dan huru-hara semakin menjadi-jadi. Pemuka-pemuka muslim turut melindungi Khalifah mereka, Usman. Bahkan Ali memerintahkan kedua anaknya, Hasan dan Husen untuk menjaga pintu rumah Ali. Sebagian dari Bani Umaiyah justru tidak berkutik dan tidak berani melakukan apa-apa setelah kejahatan yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan Usman.
.
Pemberontakkan semakin lama dapat memasuki rumah Usman dengan memanjat dinding rumah. Usman saat itu tengah membaca Al Qur'an. Ia kemudian tewas terbunuh. Banyak pemuda-pemuda Islam yang turut meninggal bersama Usman karena huru-hara tersebut. Berakhirlah Kekhalifahan Usman yang telah memimpin selama kurang lebih 12 tahun (23-35 H / 644-656 M).
.
Sumber :
  • Sejarah dan Kebudayaan Islam 'dari zaman permulaan hingga zaman khulafaurrasyidin' (buku) - Drs. Faisal Ismail

Komentar