-->

Kerajaan Mongol atau Moghul - C. Israr

Tidak ada komentar

Kerajaan Mongol atau Moghul - C. Israr
Kerajaan Mongol atau Moghul - C. Israr.
Pendiri kerajaan Moghul di India ialah Sultan Zahiruddin Muhammad, atau biasa disapa Babur (artinya Harimau). Ia merupakan keturunan Kesatria. Ayahnya keturunan dari Timur Lang, dan ibunya keturunan dari Jengiz Khan. Setelah ayahnya meninggal, Babur menggantikan posisi ayahnya untuk memimpin kerajaan Ferghana saat usianya masih 12 tahun. Namun Babur sudah bertekad untuk merebut kota Delhi dari tangan Sultan Ibrahim Lodi (1517-1526). Pada tanggal 26 April 1526, Babur memperoleh kemenangan dari Sultan Ibrahim Lodi. Delhi sudah ia kuasai, dengan begitu berdirilah Kerajaan Moghul.
.
Sultan Babur meninggal pada usianya yang ke 48 (1530), lalu ia digantikan oleh putranya yang bernama Humayun. Pada tahun 1540 Humayun terpaksa turun dari tahtanya dan kemudian lari ke Persia karena dikejar oleh pasukan Sultan Syer Syah dari Afghanistan. Di Persia Humayun meminta bantuan kepada Syah Tahmasp dan membuat strategi untuk kembali ke Delhi.
.
Tahun 1554, Humayun dapat kembali mengambil kekuasaannya, namun dua tahun kemudian (1556) karena suatu kecelakaan. Sehingga putranya bernama Abu Al Fath Jalaluddin Akbar menggantikannya. Ia memerintah dari tahun 1556-1605 Masehi. Masa pemimpinannya itu sezaman dengan Ratu Elizabeth dari Inggris, Philip II dari Spanyol, Henri IV dari Prancis, dan Syah Tahmasp dari Persia.
.
Masa Sultan Akbar adalah masa terbaik dalam sejarah kerajaan Moghul. Ia hendak membentuk kesatuan India dengan cara politik, menjatuhkan lawan-lawannya. Pernah suatu kejadian Sultan Akbar mengepung kota Khithor di Udaipur selama beberapa bulan. Kota itu diduduki oleh Bangsa Rayput dan juga Bangsa Hindu. Para wanita dan anak-anak disana memilih cara bunuh diri dengan masuk ke dalam api yang menyala besar daripada harus tunduk terhadap pasukan Sultan Akbar. Disaat pasukan Sultan memasuki kota, barulah para lelaki melakukan perlawanan. Kemenangan jelas diraih oleh pasukan Sultan.
.
Selain itu kota-kota lain seperti Gujarat, Benggala, dan Dekhan juga direbut oleh Sultan Akbar. Hampir seluruh India miliknya. Kerajaannya luas, hingga terbagi dalam 15 Suba (Provinsi). Tiap-tiap Suba dipimpin oleh seorang Subadar (Gubernur) sebagai wakil raja yang diambil dari keluarga raja. Di bawah Suba terdapat Sarkar (district, semacan kota atau kabupaten) yang setiapnya dipimpin oleh seorang Mansabar (semacam bupati).
.
Karena tiap-tiap masyarakatnya memiliki golongan yang berbeda dan juga agama yang berbeda pula, Sultan Akbar bertoleransi dan tidak membeda-bedakan setiap perbedaan tersebut. Justru Sultan Akbar mempelajari paham-paham yang dianut oleh rakyatnya, Budha, Hindu, Yaina, Zoroaster, dan Nasrani ia pelajari semuanya. Ia juga mempunyai 34.000 jilid buku agama Hindu di perpustakaannya, termasuk Bhavat Gita, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Persia. Ia juga mempersembahkan beberapa lukisan dari Italia yang terkait dengan keagamaan.
.
Namun beberapa lama kemudian Sultan Akbar menyadari bahwa ia sudah keterlaluan dalam bertoleransi. Ia juga sadar bahwa sebahagian dari perbuatannya itu telah bertentangan dengan agamanya sendiri, yaitu Islam. Sultan Akbar kemudian wafat pada tahun 1605, lalu digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Salim atau lebih dikenal dengan nama Yahangir yang memiliki arti pemegang tampuk dunia. Sebenarnya rakyat sedikit kecewa dengan keputusan Sultan Akbar yang lebih memilih Salim sebagai penggantinya, bukan cucunya yang bernama Khusru. Karena Salim merupakan pribadi yang tidak disukai oleh rakyat.
.
Yahangir menikah dengan wanita asal Persia yang bernama Nur Yehan. Secara praktiknya Nur Yehan inilah yang banyak mengatur pemerintahan. Sultan Yahangir wafat pada tahun 1627 dan digantikan oleh putranya yang bernama Khurram atau Syah Yehan. Kebijakan pertamanya adalah memerdekakan Dekhan, namun hal ini merupakan salah satu awal dari kehancuran kerajaan Moghul.
.
Syah Yehan merupakan pribadi yang mewah. Sebagaian hartanya digunakan untuk membuat bangunan-bangunan megah dan masjid-masjid yang indah. Salah satu hasil dari era Syah Yehan ialah masjid Taj Mahal. Masing-masing anaknya ia beri sebuah wilayah Provinsi. Namun kebijakannya itu tidak terlalu baik karena hal itu telah membuat perang saudara yang kemudian dimenangkan oleh Aurangzeb. Setelah itu ayahnya yang tidak berdaya ia jebloskan ke penjara. Tahun 1659 ia memproklamirkan diri dengan gelar Alamgir.
.
Aurangzeb ini merupakan seorang yang taat akan agama. Ia hidup dalam kesederhanaan. Ia juga seorang yang bijaksana dan ahli negara. Terbukti ia telah memerintah selama setengah abad. Ia dapat mempertahankan perbatasan negara dan mematahkan serangan-serangan musuh. Pada tahun 1707, ia telah wafat. Setelah itu kerajaan Moghul menjadi tidak karuan dengan peperangan memperebutkan singgasana yang diperebutkan oleh tiga putranya.
.
Bahadur Syah yang memenangkan perselisihan itu karena dibantu dengan bangsa Rayput (dulunya musuh besar kerajaan Moghul). Kaum Sikh telah melakukan pemberontakkan, Inggris juga telah melakukan penjajahan, hanya menunggu waktu kerajaan Mughol akan runtuh. Tahun 1857, Sultan Bahadur diusir dari istananya oleh Inggris. Ia diasingkan di Burma dan meninggal di kota Rangon. Bahadur Syah dimata masyarakat India merupakan tokoh revolusioner karena telah menentang penjajahan Inggris. Maka pada tahun 1957, masyarakat India memperingati kematian seratus tahun Bahadur Syah.
.
Beberapa bangunan yang dihasilkan dalam peradaban Kerajaan Mughol, yaitu:
  • Turbah Sultan Akbar - Turbah atau masjid makam dari Sultan Akbar terletak di Iskandra dekat kota Agra. Sultan Akbar sudah memilih peristirahatan akhirnya, sebagaimana Turbah ini dibuat saat ia masih hidup. Namun sayang Turbah ini belum selesai saat ia sudah meninggal, yang kemudian Syah Yehan melanjutkan bangunan itu.
  • Taj Mahal - Taj Mahal didirikan oleh Syah Yehan pada tahun 1631. Taj Mahal adalah lambang kebesaran cintanya Syah Yehan terhadap permaisurinya, Mumtaz Mahal, yang telah meninggal duluan. Syah Yehan menggunakan jasa arsitek dari Italia, Persia, dan negeri-negeri lainnya untuk membuat Taj Mahal. Bahan bangunannya pun terbuat dari batuan yang diekspor. Jumlah pekerjanya sekitar dua puluh ribu orang, dan baru selesai selama 17 tahun dibangun. Didalamnya terdapat makam Syah Yehan beserta istrinya.
  • Masjid Moti - Masjid ini juga didirikan pada masa Syah Jehan di kota Agra pada tahun 1656. Nama lain masjid ini ialah Masjid Luk-luk (mutiara).
  • Masjid Akbar Delhi - Masjid Akbar Delhi atau Masjid Raya Delhi ini merupakan perpaduan antara budaya Hindu dan Persia. Masjid ini berdiri pada tahun 1650.
  • Istana Syah Yehan - Didirkan oleh Syah Yehan di Delhi pada tahun 1648 Masehi atau 1058 H. Namun sayang, ketika Inggris menguasai Delhi, istana itu dijadikan benteng oleh Inggris, sehingga istana itu mulai rusak.
.
Sumber:
  • Sejarah Kesenian Islam - C. Israr

Komentar