-->

Kerajaan Mongol - Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga

Tidak ada komentar

Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga: Sejarah Kebudayaan Islam.
Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga: Sejarah Kebudayaan Islam.
Kerajaan Mongol berasal dari masyarakat Mongol yang hidupnya nomaden pada hutan Siberia dan Mongol luar di sekitar Danau Baikal. Mongol terkenal dengan sebagai perusak kebudayaan Islam. Namun keadaan tersebut berubah ketika kerajaan Umayyah berhasil menguasai India, dan melakukan proses Islamisasi pada tahun 1020 M.
.
Kerajaan Mongol didirikan oleh Zahirudin Babur (1482-1530), keturunan Timurlenk. Babur mempimpin saat berusia 12 tahun. Walaupun begitu ia bertekad menaklukan kota Samarkhan dua kali. Usaha pertama gagal dan berhasil pada usaha yang kedua saat Raja Ismail I dari kerajaan Syafawi ikut membantu. Tahun 1494 kota Samarkhan dapat ditaklukan, lalu tahun 1526 India juga berhasil ditaklukan Babur setelah mengalahkan Ibrahim Lodi, penguasa yang bermarkas di Delhi. Setelah itu secara resmi Kerajaan Mongol telah berdiri di India dengan Delhi sebagai ibu kotanya.
.
Kerajaan Mongol berdiri selama 332 tahun, dengan era-era berikut ini:
  1. Zhairuddin Babur - 932/1526
  2. Nashiruddin Humayun (Orde Pertama) - 937/1530
  3. Sultan-sultan Suri dari Delhi - 947/1540
  4. Nashiruddin Humayun (Orde Kedua) - 962/1555
  5. Jalaluddin Akbar I - 963/1556
  6. Nuruddin Jihangir - 1014/1605
  7. Dawar Bakhsh - 1037/1627
  8. Syihabuddin Syah Jihan I - 1037/1628
  9. Murad Bakhsh - 1068/1657 [Pemerintahan berpusat di Gujarat]
  10. Syah Syuja' - 1068/1657 [Pemerintahan berpusat di Bengal sampai 1070/1660]
  11. Muhyidiin Awrangzib 'Alamgir - 1068-1658
  12. A'zham Syah - 1118/1707
  13. Kam Bakhsh - 1119/1707 [Pemerintahan berpusat di Deccan]
  14. Syah Alam I Bahadur Syah - 1119/1707
  15. 'Azhim Ash-sha'n - 1124/1712
  16. Mu'izzuddin Jihandar - 1124/1712
  17. Farrukh Siyar - 1124/1713
  18. Syamsuddin Rafi' Ad-Darajat - 1131/1719
  19. Rafi' Ad-Dawlah Syah Jihan II - 1131/1719
  20. Niku Siyar - 1131/1719
  21. Nashiruddin Muhammad - 1131/1719
  22. Ahmad Syah Bahadur - 1161/1748
  23. 'Azizuddin 'Alamgir II - 1167/1754
  24. Syah Jihan III - 1173/1760
  25. Jalaluddin 'Ali Jawhar Syah 'Alam II (Orde Pertama) - 1173/1760
  26. Bidar-bakht - 1202/1788
  27. Jalaluddin 'Ali Jawhar Syah 'Alam II (Orde Kedua) - 1203/1788
  28. Mu'inuddin Akbar II - 1221/1806
  29. Sirajuddin Bahadur Syah II - 1253-1274/1837-1858 [Pemerintahan Langsung Inggris]
Masa kerajaan Mongol dalam buku ini dibagi menjadi tiga periode, yaitu:
  • Masa Gerakan Separatis - Masa ini adalah masa dua raja kerajaan Mongol, yaitu Babur dan Humayun. Setelah Babur meninggal, kepemimpinan diteruskan kepada putra mahkota, yaitu Humayun. Pada masa Humayun lah gerakan separatis bergejolak, terutama pemberontakan yang dilakukan oleh Bahadur Syah, penguasa Gujarat yang memisahkan diri dari Delhi. Pemberontakkan itu membuat Humayun harus melarikan diri ke Persia. Setelah itu ia kembali lagi dengan bala bantuan dari penguasa Syafawiyah yang akhirnya pada tahun 1555 dia dapat menguasai Mongol kembali.
  • Masa Keemasan - Setahun kemudian (1556) setelah Humayun dapat menguasai kembali Mongol, ia meninggal dunia. Kepemimpinan digantikan oleh anaknya yang bernama Akbar. Akbar masih berusia 14 tahun. Akbar mengeluarkan kebijakan politik salakhul (toleransi universal), yaitu kebijakan politik yang menganggap semua warga India memiliki posisi yang sama. Keemasan Mongol kemudian dilanjutkan oleh tiga raja berikutnya, yaitu Jehangir (1605-1628), Syah Jehan (1628-1658), dan Aurangzeb (1658-1707). Simbol keemasan kerajaan Mongol terlihat pada tahun 1632 ketika membangun Tajmahal dan ketika masa raja ke-6 membangun sebuah masjid Badahsahi di Lahore.
  • Masa Kemunduran Mongol - Setelah raja Aurangzeb meninggal, Mongol dilanda konflik. Baik eksternal maupun internal. Seperti terjadinya perebutan kekuasaan antara keturunan Bahadur Syah dengan Muhammad Fahrukhsiyar. Perang saudara tersebut membuat daerah-daerah kecil menjadi terlantarkan dan memisahkan diri dari Mongol. Sedangkan konflik eksternal terjadi terhadap orang-orang Hindu yang ada dibawah pimpinan Banda berhasil merebut kota Sadhaura, sebelah utara Delhi. Dan juga adanya pengaruh dari Inggris yang menyebabkan konflik antara Mongol dengan Inggris pada tahun 1885 M. Mongol melemah, Bahadur Syah diusir dari Istananya, dan banyak dari rakyat India yang dibunuh. Hal itu menandakan berakhirnya kerajaan Mongol.
.

Kesimpulan

  • Mongol merupakan dinasti terbesar di wilayah Asia Tengah yang berkuasa selama tiga seperempat abad (937-1274 H / 1526-1858 M), yaitu dari abad pertengahan hingga abad modern. Taj Mahal merupakan bangunan terbaik hasil dari peradaban Mongol hingga bangunan ini termasuk dari bagian 7 keajaiban dunia.
.
Sumber:
  • Sejarah Kebudayaan Islam - Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2005)

Komentar