BERITA: KLITIH JOGJA TIDAK PERNAH KAPOK

Maraknya klitih di Yogyakarta menyebabkan banyak orang yang takut untuk keluar malam. Minggu dini hari pada tanggal 12 Maret 2017, telah meninggal seorang remaja SMP Piri 1 Yogyakarta diakibatkan oleh serangan yang dilakukan 9 orang remaja yang dianggap klitih.
.
Korban bernama Ilham Bayu Fajar meninggal dikarenakan luka yang cukup serius karena benda tajam yang disabetkan ke arahnya. Kronologinya meninggalnya Ilham adalah ketika ia bersama dengan kakak dan dua temannya, dengan mengendarai dua motor matic, berpapasan dengan 9 orang yang tidak ia kenal.
.
Karena umpatannya yang membuat kawanan 9 orang ini murka, lantas 9 orang ini berbalik arah dan mengikuti korban. Ketika sudah berada di depan Perumahan Timoho Regency (utara Balai Kota), korban dipepet oleh pelaku, dan tanpa basa-basi pelaku langsung mengeksekusi korban dengan senjata tajam yang pelaku bawa.
.
Pelaku langsung kabur dengan motor KLX dan motor matic mereka, sedangkan korban tersungkur jatuh. Sempat dibawa ke Rumah Sakit Hidayatullah oleh mobil warga, namun tetap saja sudah menjadi takdir Ilham untuk menghadap ke Rahmatullah.
.
Selasa, 14 Maret 2017, 7 orang pelaku dapat diringkus oleh kepolisian. Satu pelaku sudah mengaku dan menyerahkan diri. Dan satu lagi masih menjadi buronan. Diduga sekumpulan remaja ini, membawa senjata tajam hanya karena ingin berfoto dengan senjata tersebut. Alasan tersebut tidak dapat diterima oleh pihak kepolisian. Karena senjata itu sudah membuat satu nyawa hilang.
.
Kapolda DIY Brigjend Pol Ahmad Dhofiri, menyatakan bahwa kebanyakan pelaku klitih adalah anak-anak remaja. Mereka (para klitih) beranggapan bahwa tidak ada hukuman bagi usia dibawah umur. Mereka bisa dibebaskan walaupun sudah melakukan tindak pidana.
.
Hal ini adalah salah kaprah. Akan ada hukuman apabila mereka melakukan tindak pidana dengan ancaman lebih dari 7 tahun. Mereka tentu akan diadili dan mereka juga terancam hukuman 15 tahun penjara karena telah melanggar pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 354 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal. Juga untuk tersangka yang dibawah umur akan diproses sesuai dengan sistem peradilan anak berdasarkan pasal 60 ayat 2 dan 3 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
.
Pelaku-pelaku tersebut adalah FAI (16) pelajar SMU kelas 1 warga Tamanan, Bantul. Ia merupakan eksekutor yang telah meregang nyawa Ilham. ALD (17) warga Sewon, homescooling, yang merupakan pngemudi eksekutor dengan menggunakan motor KLX. TGR (14) masih pelajar SMP kelas 2 warga Gowok, Caturtunggal, Sleman.
.
JAL (15) pelajar SMP kelas 2 warga Rejowinangun, Kotagede. KML (15) pelajar kelas 3 home schooling warga Ngampilan. RDH (18) warga Sewon, dan NOV (20) warga Keparakan Mergangsan. Adapun alat bukti adalah 2 buah clurit, 2 parang, dan 3 sepeda motor (2 KLX, 1 matic).
.
.
Sumber :
  • Tribun Jogja (Koran)
.
BERITA: KLITIH JOGJA TIDAK PERNAH KAPOK BERITA: KLITIH JOGJA TIDAK PERNAH KAPOK Reviewed by Muhammad Rezalino on 3/16/2017 Rating: 5

Pesan

Terima kasih telah mengunjungi blog kami. Jika ada link yang rusak, silahkan melapor. Jika ada hal yang tidak berkenan segera kirimkan pesan. Mohon kerjasamanya. Arigotou~
Asli ketikan tangan bukan copy paste. Hargailah orang lain jika ingin dihargai. Theme images by andynwt. Powered by Blogger.