-->

Bupati Klaten Tertangkap Korupsi

Tidak ada komentar

Sri Hartini dengan warga kecilnya
Sri Hartini dengan warga kecilnya.
Ganjar Pranowo selaku Gubernu Jawa Tengah menanggapi OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang terjadi pada tanggal 30 Desember 2016 pagi tadi. Bupati Klaten, Sri Hartini yang ditangkap oleh KPK dengan dugaan kasus suap. Menurut Ganjar Pranowo, hal ini sangat memalukan, karena sebelumnya Sri Hartini sudah menandatangani pakta integritas KPK.
"Ini sangat memalukan. Karena kami dan teman-teman semuanya sudah setuju dan menandatangani pakta integritas KPK. Mengencingi keputusan sendiri sangat memalukan bagi saya," ujar Gubernur Jawa Tengah tersebut. Ganjar memang sudah memperingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah setelah adanya insiden di Kabupaten Kebumen.
Sri Hartini yang baru saja menjabat menjadi bupati Klaten tersebut berasal dari partai PDI-P dan langsung dipecat dari partai pengusungnya. Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil bupati Klaten periode 2010 hingga 2015. Sebelumnya juga Sri Hartini merupakan orang yang sering melakukan laporan harta kekayaannya kepada KPK.
.
Harta-harta yang dimiliki Sri cukup menggiurkan, terakhir kali ketika melapor kepada KPK hartanya berkisar 35 miliar rupiah. Namun pada tahun 2010 hartanya berkisar 12 miliar, naik tiga kali lipat.
.
Sri Hartini pada awal Desember tahun ini juga mendapatkan penghargaan dari Presiden kita, Joko Widodo tentang Dana Rakca. Sri Hartini di undang oleh bapak Presiden di Istana Negara beserta 29 kepala daerah lainnya dan Gubernur se-Indonesia
Sri Hartini
Sri Hartini.
Dana Rakca adalah penghargaan kepala daerah karena kinerja mereka yang baik sehingga pantas mendapatkan reward, yaitu Dana Insentif Daerah (DID). Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan dua kriteria. Yang pertama adalah kemampuan pemerintah daerah Klaten dalam memperoleh opini WTP yang diberikan kepada Badan Penyelidik Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah. Yang kedua adalah kemampuan pemerintah kabupaten Klaten dalam menetapkan APBD sesuai dengan waktunya.
.
Ketua KPK, Agus Rahardjo menerangkan bahwa terdapat barang bukti senilai 2 miliar rupiah. Dia juga mengatakan bahwa tempat kejadian perkara korupsi tersebut berada di rumah dinas bupati Klaten. Anak perempuan dan ajudannya juga turut diperiksa oleh KPK.
"Barang buktinya adalah uang dengan jumlah 2 miliar, uang ini akan kami sita. Ajudan, dan anak perempuannya menampung uangnya." ucapnya ketika diwawancarai.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah juga menyatakan bahwa ada orang lain juga yang ditangkap dengan dugaan kasus suap-menyuap. Untuk detailnya mengenai apa suap-menyuap tersebut belum diketahui.

Komentar